Ruang Lingkup Biologi

4 min read

Ruang Lingkup Biologi

Setelah mempelajari mengenai pengertian biologi, kita melanjutkan pembahasan selanjutnya yaitu mengenai ruang lingkup biologi.

Pengertian Biologi

Biologi adalah salah satu bidang dalam ilmu sains yang mempelajari mengenai segala sesuatu tentang makhluk hidup. Istilah biologi sendiri berasal dari bahasa Belanda “biologi” yang diturunkan pula dari gabungan bahasa Yunani, bio = hidup dan logos = ilmu.

Ilmu biologi juga disebut dengan ilmu hayat yang artınya “Ilmu Kehidupan”. Biologi fokus mempelajari semua obyek mulai dari tingkatan yang paling sederhana yaitu molekul sampai tingkatan tertinggi yaitu biosfer, dengan urutan sebagai berikut :

Molekul – Sel – Jaringan – Organ – Sistem Organ – Organisme/Individu – Populasi – Komunitas -Ekosistem – Bioma – Biosfer

1. Tingkat Molekul

Molekul adalah hasil dari persenyawaan dari beberapa unsur yang didalamnya melakukan proses metabolisme.

Tingkat molekul sendiri meliputi kajian tentang senyawa penyusun suatu makhluk hidup, misalnya karbohidrat, lemak,protein,dan asam nukleat (DNA).

2. Tingkat Sel

Sel adalah unit terkecil penyusun tubuh suatu makhluk hidup. Tingkat sel sendiri meliputi kajian jenis sel, penyusun sel (organel sel), struktur sel, beserta fungsinya, metabolisme yang terjadi didalam sel dan reproduksi pada sel.

3. Tingkat Jaringan

Jaringan adalah kumpulan sel dengan struktur dan fungsi yang sama. Tingkat Jaringan sendiri meliputi kajian macam jaringan baik pada hawan maupun tumbuhan, tekhnologi yang memanfaatkan jaringan dan struktur fungsi jaringan.

4. Tingkat Organ

Organ adalah kumpulan beberapa jaringan beserta fungsi tertentu. Tingkat jaringan meliputi berbagai kajian jenis organ beserta fungsinya dan kelainan yang terjadi pada organ itu sendiri.

5. Tingkat Sistem Organ

Sistem Organ adalah sistem yang tersusun atas berbagai organ yang saling berinteraksi dan berkerjasama dalam melaksanakan fungsi tertentu.

Tingkat sistem organ sendiri meliputi kajian macam sistem organ, cara kerja sistem organ maupun kelainannya.

6. Tingkat Individu

Individu adalah makhluk hidup tunggal. Tingkat kajian individu meliputi berbagai jenis makhluk hidup serta kedudukannya dalam sebuah klasifikasi.

7. Tingkat Populasi

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang bertempat pada waktu dan tempat yang sama.

Tingkat populasi meliputi kajian perkembangan populasi, faktor yang mempengaruhi terjadinya populasi, dan hubungan antar penyusun populasi.

8. Tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Tingkat ekosistem meliputi kajian berbagai jenis ekosistem, komponen penyusun ekosistem, hubungan antar komponen ekosistem.

9. Tingkat Bioma

Bioma adalah sekelompok hewan atau tumbuhan yang tinggal pada suatu lokasi geografis tertentu yang wilayahnya jauh lebih luas jika dibandingkan dengan ekosistem.

Tingkat kajian bioma sendiri meliputi kajian macam-macam bioma dengan berbagai cirinya.

Cabang Ilmu Biologi dan Manfaat Mempelajari Biologi

Cabang Ilmu Biologi

  • Zoologi, Ilmu yang mempelajari tentang hewan;
  • Mikrobiologi, Ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme;
  • Bakteriologi, ilmu yang mempelajari tentang bakteri;
  • Virologi, ilmu yang mempelajari tentang virus;
  • Mikologi, Ilmu yang mempelajari tentang jamur;
  • Ikhtiologi; ilmu yang mempelajari tentang ikan;
  • Ornitologi, Ilmu yang mempelajari tentang burung;
  • Sitologi, Ilmu yang mempelajari tentang sel;
  • Morfologi, ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar makhluk hidup;
  • Embriologi, Ilmu yang mempelajari tentang pembentukan dan perkembangan embrio termasuk kelainannya;
  • Patologi, ilmu yang mempelajari tentang penyakit pada makhluk hidup;
  • Fisiologi, Ilmu yang mempelajari tentang fungsi kerja tubuh;
  • Anatomi, Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh;
  • Evolusi, ilmu yang mempelajari tentang perubahan populasi makhluk hidup dalam jangka waktu yang lama;
  • Genetika, ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat;
  • Ekologi, Ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya;
  • Etologi, Ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan cara hidup heran.

Manfaat Mempelajari Biologi

A) Manfaat bagi Diri Sendiri

  • Membantu mengenali dan mempelajari mengenai diri sendiri.
  • Mempunyai pemahaman yang jauh lebih dalam tentang diri sendiri sehingga dapat dipakai untuk meningkatkan kualitas hidup, misalnya meningkatkan kesehatan.
  • Mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai objek dan lingkungan yang berada disekitarnya.

B) Manfaat bagi Lingkungan

  • Untuk Pengetahuan dasar guna memelihara kualitas dan kelestarian pada lingkungan, seperti cara mengatasi serta mencegah polusi.
  • Sebagai Pengetahuan dasarnya guna melakukan pelestarian terhadap sumber daya hayati agar sumber daya tersebut tidak punah.

C. Manfaat Bagi Negara

  • Meningkatkan suatu pengetahuan mengenai cara pelestarian sumber daya alam hayati, sehingga kekayaan alam yang ada pada suatu negara tetap terjaga.
  • Mempunyai sebuah pengetahuan guna pengembangan IPTEK berbasis biologi yang dapat bermanfaat dalam kemajuan suatu negara.

Metode Ilmiah

Metode ilmiah adalah serangkaian metode yang didalamnya bertujuan untuk memecahkan suatu masalah dan mendapatkan fakta yang sudah didapatkan secara ilmiah.

Dalam metode ilmiah sebelum akan merencakan suatu percobaan kita harus mencari sebanyak mungkin berbagai informasi yang berkaitan dengan percobaan yang akan dilakukan, merumuskan masalah, kemudian membuat hipotesis.

Dalam merencakan suatu percobaan pertumbuhan pada tanaman maka informasi yang seharusnya kita cari adalah sebuah informasi mengenai berbagai faktor luar yang dapat mempengaruhi pertumbuhan.

Informasi tersebut bisa kita peroleh dengan cara mencari berbagai literatur ke perpustakan, baik itu perpustakan sekolah maupun perpustakan umum yang lainnya.

Adapun urutan metode ilmiah tersebut antara lain:

A. Masalah (Penemuan Masalah)

Ini adalah metode pertama yang digunakan guna memecahkan masalah dan dapat memperoleh fakta secara ilmiah, pertama temukan terlebih dahulu kira-kira masalah apa yang hendak di amati.

Dalam keterampilan merumuskan metode ilmiah (kerja ilmiah), mengajukan pertanyaan sendiri maksudnya adalah merumuskan suatu permasalahan.

Keterampilan merumuskan masalah sendiri bertujuan untuk memperjelas seberapa luaskah masalah yang hendakdijawab maupun dipecahkan. Perumusan masalah tersebut dilakukan dengan cara mengajukan berbagai pertanyaan umum yang berkaitan dengan permasalahan.

Ciri-ciri dari suatu rumusan masalah itu sendiri adalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang isinya padat serta jelas sehingga tidak dapat menimbulkan ambiguitas (penafsiran ganda) serta harus bisa dijawab secara ilmiah.

Berbagai jenis biji tanaman sudah dipakai sebagai suatu bahan percobaan, dan salah satunya adalah biji kacang merah yang dapat dilihat pada gambar 1.1 dibawah.

Contoh rumusan masalah yang bisa dibuat dalam merencanakan pertumbuhan pada tanıman ialah “Apakah suhu dapat berpengaruh terhadap perkecambahan biji kacang merah (Phaseolus vulgaris)?”.

B. Observasi (Pengamatan)

Observasi adalah suatu pengamatan yang dilakukan bertujuan untuk mengumpulkan berbagai data yang berhubungan dengan penemuan masalah dalam suatu proses pemecahan masalah maupun fakta.

C. Hipotesis (Dugaan Sementara)

Hipotesis mempunyai berbagai pengertian, baik pengertian secara bahasa (etimologi) maupun secara istilah (terminologi).

Hipotesis secara bahasa mempunyai arti “dugaan sementara”.

Secara istilah (TerminologiHipotesis adalah suatu dugaan sementara yang didalamnya merupakan sebuah jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah tertentu sebelum dibuktikan kebenarannya. Hipotesis berasal dari hasil observasi dan mesti bisa dibuktikan lewat experimen.

Hipotesis bisa disusun berdasarkan suatu kajian pustaka sehingga mempunyai kebenaran yang disusun secara teoritis (teori).

Hipotesis dapat dibuktikan kebenarannya melalui berbagai data yang didapatkan dari suatu percobaan (experimen). Hipotesis dibuat dalam bentuk kalimat pernyataan yang hendak dirumuskan dengan kalimat yang jelas dan padat serta bisa diuji kebenarannya.

Contoh hipotesis yang bisa dibuat dalam mempersiapkan suatu pertumbuhan pada tanaman ialah “Adanya pengaruh suhu terhadap perkecambahan Phaseolus vulgaris (biji kacang merah)”.

D. Experimen (Percobaan)

Experimen adalah berbagai usaha yang digunakan untuk kapat membuktikan suatu kebenaran dari adanya hasil hipotesis.

Suatu percobaan dapat dilakukan untuk menguji kebenaran dari suatu Hipotesis yang sydag kita rumuskan sebelumnya.

Langkah kerja dalam melakukan sebuah percobaan ialah menyiapkan bahan serta perlakuan yang diperlukan, memberikan sebuah perlakuan dan mengukur adanya hasil dari perlakuan tersebut, mencatat kondisi lingkungan, serta mengumpulkan dan menganalisis berbagai data yang ada dalam bentuk tabel maupun grafik.

Contoh percobaan pertumbuhan pada tanaman yang dilakukan ialah “Pengaruh suhu terhadap perkecambahan Phaseolus vulgaris (biji kacang merah)”.

E. Kesimpulan

Setelah seluruh hasil dari pengamatan dan ditemukan dugaan sementara lalu membuktikannya dengan sebuah experimen maka hal yang mesti kita lakukan untuk menemukan sebuah fakta dalam metode ilmiah ialah mengambil kesimpulan dari adanya hasil experimen.

Pengertian Biologi

Avatar Dimas
5 min read