Pengertian Sosiologi

4 min read

Pengertian Sosiologi

Sosiologi – sebuah istilah yang acap kali tidak asing di telinga kita. Mungkin kita seringkali mendengar istilah sosiologi tersebut khususnya saat mempelajari hal yang berkaitan dengan masyarakat.

Ilmu tentang pengertian sosiologi ini identik dan berkaitan erat dengan salah satu ilmu yaitu ilmu sosial humaniora.

Apa pengertian sosiologi?, apa sejarah terbentuknya ilmu sosiologi?, lalu apa berbagai ciri ilmu sosiologi?, dan apa saja teori para ahli mengenai sosiologi?. Berikut penjelasan seputar sosiologi:

Pengertian Sosiologi

Sosiologi adalah salah satu cabang dari ilmu sosial yang berfokus mempelajari mengenai kehidupan bermasyarakat maupun interaksi antar manusia dalam bermasyarakat .

Singkatnya sosiologi dapat disebut sebagai ilmu mengenai manusia maupun masyarakat.

Istilah ‘sosologi’ berasal dari bahasa Latin yakni: Socius (kawan/masyarakat) dan logos (Ilmu Pengetahuan). Kita bisa menarik kesimpulan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berfokus mempelajari mengenaimasyarakat.

Pertama kali istilah ‘sosiologi’ muncul didalam buku karangan August Comte (1798-1857) yang mempunyai judul “Cours De Philosophie Positive“.

Hingga saat ini sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan mengenai masyarakat. Seorang ahli, praktisi, maupunsarjana pada bidang sosiologi ini dapat disebut sebagai sosiolog.

Pengertian sosiologi berkaitan erat mengenai kehidupan bermasyarakatan, apa itu masyarakat? yuk simak penjelasannya dibawah:

Apa itu Masyarakat?

Masyarakat adalah suatu kelompok individu yang memiliki hubungan, kepentingan bersama, ataupun budaya.

Cara sosiologi untuk mempelajari mengenai masyarakat, perilaku masyarakat, serta berbagai perilaku sosial setiap manusia adalah dengan cara melakukan pengamatan terhadap perilaku pada suatu kelompok yang dibangun didalamnya.

Ilmu sosiologi tersusun atas berbagai hasil pemikiran ilmiah beserta dapat di kontrol oleh orang lain ataupunumum secara kritis.

Sejarah Sosiologi

Awal mula istilah sosiologi dianggap termasuk bagian dari cabang llmu sosial yang dicetuskan oleh seorang ilmuan berkebangsaan prancis yang  cukup terkenal sebagai Bapak Sosiologi bernama August Comte, istilah tersebut mulai dipopulerkan ilmuan tersebut pada tahun 1842.

Kemudian sosiologi dianggap sebagai ilmu yang fokus mempelajari seputar masyarakat terlahir dari ilmuwan Eropa sekitar abad ke-19. Pada awalnya ilmuan asal Eropa tersebut mulai menyadari bahwa pentingnya untuk mempelajari kondisi maupun perubahan sosial secara jauh lebih mendalam dengan ilmu khusus.

Para ilmuan lalu kemudian mengemukakan berbagai teori sosial yang diperoleh berdasarkan berbagai hakiki dari masyarakat yang ada pada setiap tahapan peradaban manusia.

Dibawah ini beberapa teori para ilmuan mengenai ilmu sosiologi.

Teori Ilmuan Tentang Sosiologi

1. August Comte

August Comte mengatakan bahwa sosiologi mempunyai arti ataupun sebuah istilah yangberasal dari kata latin yaitu ‘Socius’ (Teman) dan ‘logos’ yang artinya lmu pengetahuan.

Berarti menurut August Comte sosiologi adalah:

Sebuah Ilmu Pengetahuan yang didalamnya membahas tentang masyarakat

Kedua istilah tersebut diungkapkan oleh seorang ilmuan bernama August Comte (1798-1857) pada bukunya yang berjudul “Cours De Philosophie Positive”.

2. Emile Durkheim

Menurut Émile Durkheim Sosiologi adalah:

Ilmu yang meneliti, menganalisa atupun mempelajari mengenai berbagai fakta sosial ada ada di masyarkat di antaranya terkait mengenai tindakan, cara berpikir serta berbagai perasaan yang ada di luar suatu individu yang seluruhnya memiliki sebuah kekuatan dalam mengendalikan suatu individu.

3. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi berpendapat bahwa, Sosiologi merupakan:

Ilmu sosial/kemasyarakatan yang fokus mempelajari tentang berbagai struktur sosial maupun proses sosial termasuk didalamnya ada perubahan sosial itu sendiri.

4. William Kornblum

Menurut William Kornbulum:

Sosiologi adalah sebuah upaya ilmiah yang fokus mempelajari tentang suatu masyarakat dan terkait perilaku sosialnya. Dari perilaku sosial tersebut dapat menjadikan sebuah masyarakat tersebut terlibat pada berbagai jenis kelompok dan juga dalam berbagai kondisi.

5. Roucek dan Waren

Menurut Roucek dan Waren sosiologi adalah:

Ilmu yang mempelajari mengenai hubungan antar manusia terhadap kelompok sosial yang ada didalamnya.

6. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, sisiologi adalah:

Sebuah ilmu yang pusat perhatiannya adalah segi masyarakat serta mempunyai sifat lebih umum yang memiliki tujuan untuk bisa mendapatkan pola-pola umum yang ada didalam kehidupan masyarakat.

7. A.A Von Dorn & C. J Lammers

J.A.A Von Dorn dan C.J Lammers berpendapat :

Sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang didalamnya membahas mengenai berbagai struktur beserta proses kemasyarakatan yang sifatnya stabil.

8. Mayor Polak

Mayor Polak berpendapat bahwa sosiologi adalah:

Sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat sebagai objek utamanya berhubungan antar hubungan sesama individu manusia, hubungan manusia dengan kelompoknya, hubungan kelompok dengan kelompok baik bersifat formal maupun bersifat material, bersifat statis atau dinamis.

Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu bidang didalam ilmu sosial yang fokus didalamnya mempelajari tentang masyarakat dan berbagai hal yang berhubungan didalam nya baik interaksi dan lain-lain sebagainya.

Sebagai sebuah ilmu pengetahuan yang telah diakui oleh berbagai ilmuan, menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto sebagai sebuah ilmu pengetahuan sosiologi mempunyai beberapa ciri-ciri, yaitu:

1. Empiris

Empiris suatu sumber pengetahuan yang diperoleh dari hasil observasi maupun percobaan.

Ciri pertama yang mesti dimiliki oleh sosiologi adalah empiris, empiris disini dimaksudkan bahwa sosiologi harus dapat disandarkan pada hasil observasi (pengamatan) yang diambil berdasarkan akal sehat. Sehingga hasil yang didapatkan tidak bersifat spekulasi (menduga-duga) semata.

2. Teoritis

Teoritis adalah suatu pikiran atau pola pikir berdasarkan hasil berbagai teori yang ada sebagai landasan dari tindakannya.

Maksudnya yaitu sosiologi harus selalu berusaha untuk dapat menyusun sebuah abstraksi dari hasil observasi konkret yang diperolah di lapangan, dan abstraksi tersebut adalah merupakan sebuah kerangka dari berbagai unsur yang telah tersusun secara masuk akal (logis) bertujuan untuk menjalankan hubungan sebab dan akibat sehingga terbentuklah menjadi sebuah teori.

3. Komulatif

Komulatif menurut KBBI artinya adalah bersangkutan dengan kumulasi; yang sifatnya menambah; terjadi dari sebuah bagian yang telah ada yang kemudian makin bertambah; bertumpuk-tumpuk.

Maksudnya sosiologi haruslah disusun berdasarkan berbagai teori yang telah ada sebelumnya, yang kemudian diubah unutk diperbaiki, dan diperluas sehingga bisa memperkuat berbagai teori lama yang sebelumnya sudah ada.

4. Nonetis

Non Etis adalah suatu kajian yang fokusnya tidak mempersoalkan antara baik dan buruk, namun fungsinya adalah untuk lebih memperjelas kajian atau masalah secara jauh lebih dalam.

Maksudnya adalah sosiologi membahas seluruh kajian yang berkaitan dengannya tanpa mempermasalahkan antara baik dan buruknya, yang terpenting dari kajian tersebut adalah tujuan utamanya. 

Tujuan utama kajian tersebut adalah untuk memperjelas suatu kajian secara mendalam.

Fungsi – Fungsi Sosiologi

Sosiologi memiliki beberapa fungsi yang berkaitan dengan kajian yang ada didalamnya, yaitu:

1. Pembangunan

Maksudnya adalah bahwa fungsi dari adanya ilmu sosiologi mempunyai kegunaan untuk memberikan berbagai data sosial yang diperlukan oleh tahap perencanaan, pelaksanaan maupun tahapan akhir (penilaian).

Baca jugaFungsi Sosiologi dalam Pembangunan

2. Penelitian

Tujuan dari ilmu sosiologi pada penelitian adalah sebagai pemberi gambaran yang berkaitan dengan berbagai kehidupan yang ada di masyarakat dan juga kegiatan penelitian didalamnya yang membahas mengenai berbagai gejala yang ada didalam sebuah masyarakat.

Dengan adanya penelitian oleh sosiologi tersebut diharapkan mampu memberikan berbagai solusi yang bisa dipakai untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial yang ada pada masyarakat.

3. Pemecahan Masalah Sosial

Fungsi selanjunya adalah sosiologi berfungsi untuk dapat memberikan solusi untuk memecahkan masalah sosial yang ditemukan di masyarakat.

Masalah sosial sendiri umumnya muncul karena adanya kesenjangan sosial yang terjadi diakibatkan adanya perbedaan antara sebuah harapan masyarakat dengan kenyataan yang terjadi.

Seperti yang telah kita bahas diatas, bahwa untuk dapat menyelesaikan masalah ini, harus ada sebuah penelitian khusus yang harus dilakukan guna memahami berbagai gejala yang terjadi di masyarakat. Sehingga akan mempermudah langkah penyelesaian berbagai masalah yang terjadi.

Metode Pemecahan Masalah Sosial

Berikut ini beberpa metode untuk memecahkan masalah sosial, yaitu:

  1. Metode antisipatif: adalah sebuah tindakan yang sifatnya mencegah, dan mempersiapkan sesuatu yang kemungkinan akan terjadi.
  2. Metode Represif: suatu tindakan yang bertujuan untuk memberikan sebuah efek jera kepada pelaku pembuat masalah sosial yang ada didalam sebuah masyarakat.
  3. Metode Restitusif: suatu tindakan yang didalamnya berupa pemberian sebuah penghargaan(reward) kepada seseorang yang telah menaati hukum sebagaimana yang telah disepakati bersama.

Demikian penjelasan mengenai pengertian sosiologi dan berbagai hal yang berkaitan didalamnya, semoga dapat bermanfaat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *