Hakikat Ilmu Kimia

3 min read

Hakikat Ilmu Kimia

Pusilpen – suatu istilah yang tidak asing ditelinga kita. Dimana hampir semua produk yang kita gunakan didalamnya melibatkan adanya reaksi kimia.

Contoh dari produk yang berhubungan dengan reaksi kimia misalnya sabun, obat-obatan, detergen, dan lain sebagainya. Sehingga penting bagi kita fahami lebih dalam mengenai hakikat ilmu kimia.

Berikut ini penjelasan mengenai hakikat ilmu kimia, baik itu pengertian kimia, ruang lingkup, dan lain sebagainya:

Pengertian Ilmu Kimia

Kimia adalah salah satu cabang dari IPA (ilmu pengetahuan alam) yang berfokus pada mempelajari mengenai susunan, struktur, sifat, ataupun berbagai perubahan materi beserta energi yang ada didalamnya.

Kata kimia sendiri diambil dari 2 bahasa yakni Bahasa Arab, kimiya (كيمياء) dan Bahasa Yunani kheimeia (χημεία) yang artinya adalah perubahan unsur atau zat.

Pada awalnya ilmu kimia mulai berkembang bersamaan dengan ditemukannya emas pada pertama kali. Karena pada zaman itu emas sudah mulai mengalami kenaikan harga. Sehingga membuat para manusia pada zaman itu berbondong-bondong mencari berbagai metode baru untuk mengubah zat lainnya menjadi emas.

Baca juga: Peranan Ilmu Kimia dalam Kehidupan

Sehingga bersamaan pada saat itu munculah sebuah metode yang disebut juga dengan alkimia. Berawal dari sini muncul beberapa nama ilmuan pada zaman itu yaitu Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Robert Boyle, Antoine Lavoisier, dan Dmitri Mendeleyev.

Mulanya Abu Musa Jabir Bin Hayyan mulai mengembangkan ilmu kimia tersebut menggunakan perhitungan ilmiah secara sistematis.

Lalu dilanjutkan bersamaan pengembangan metode ilmiah terhadap alkimia oleh ilmuan bernama Robert Boyle sebagai orang yang pertama yang berperan dalam perkembangan metode ilmiah alkimia dan membedakan antara kimia dengan alkimia.

Setelah saat itu muncul teori tentang hukum kekekalan masa sekitar tahun 1783 oleh ilmuan bernama Antoine Lavoisier. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan adanya tabel periodik unsur yang dicetuskan oleh Dmitri Mendeleyev.

1. Susunan Materi

Susunan materi adalah pengelompokan suatu materi yang ada didalam ilmu kimia seperti senyawa, unsur, dan campuran. Berikut penjelasannya:

  1. Unsur, sebuah zat yang tidak bisa di bagi-bagi lagi menjadi beberapa zat lainnya karena ia sudah termasuk kedalam zat yang paling sederhana.
    Contoh: Na, H, O, Fe, dan C.
  2. Senyawa, zat kimia yang terdiri dari dua ataupun beberapa unsur yang digabungkan dengan beberapaperbandingan tertentu.
    Contoh: CO2, H2O, dan CaCO3.
  3. Campuran, yang dimaksud dengan campuran pada ilmu kimia adalah dua zat atau lebih yang sifat-sifat zat penyusunnya sudah asli (tidak berubah)
    Contoh: susu, cuka, larutan garam dapur, udara, alkohol 70% dan lain sebagainya.

2. Struktur Materi

Struktur materi adalah suatu gambaran mengenai ikatan yang terjadi antar atom sehingga terbentuklah sebuah molekul senyawa, molekul unsur, maupun ion.

  1. Molekul senyawa: CO2, H2O, dan CaCO3.
  2. Molekul unsur: O2, N2, H2, dan P4.
  3. ion: Na+, Cl, dan Ca2+.

3. Sifat Materi

Sifat materi adalah salah satu bagian dari ilmu kimia yang membahas mengenai berbagai sifat kimia pada suatu zat.
Contoh: mudah terbakar, mudah korosi, mudah melakukan sebuah reaksi dengan berbagai zat lain, dan sebagainya.

4. Perubahan Materi

Perubahan materi adalah suatu perubahan sifat pada suatu zat atau pada materi sehingga menjadi zat lainnya, baik menjadi zat baru maupun zat lama.
Perubahan materi bisa dibedakan menjadi dua, yakni perubahan fisika dan perubahan kimia.

  1. Perubahan fisika adalah suatu perubahan yang tidak akan dapat menghasilkan zat baru lainnya.
    contoh: es mencair, lilin yang dibakar, dan lain sebagainya.
  2. Perubahan kimia adalah suatu perubahan yang didalamnya dapat menghasilkan zat baru karena adanya reaksi kimia yang bisa terjadi,
    contoh: kayu dibakar kemudian menjadi abu, nasi yang didiamkan kelamaan menjadi basi, besi berkarat,.

Prinsip Dasar Hakikat Ilmu Kimia

Prinsip dasar pada ilmu kimia adalah adanya perubahan bentuk ataupun susunan partikel pada kimia sehingga menjadi bentuk lain dengan sifat yang berbeda.

Prinsip dasar tersebut bisa menjadi sebuah acuan yang dapat digunakan dalam perkembangan ilmu kimia.

Ruang Lingkup Kimia

Pada umumnya ilmu kimia mempunyai 5 ruang lingkup dasar yaitu: sifat, susunan, struktur, serta berbagai perubahan materi dan energi yang menyertainya.

Kimia dapat dibagi menjadi 2 yaitu kimia teoritis dan kimia deskriptis.

1. Kimia Teoritis

Kimia teoritis adalah suatu ilmu kimia yang didalamnya berfokus pada penjelasan-penjelasan mengenai materi. Kimia teoritis sendiri bisa dibedakan menjadi 6 yaitu kimia fisika, kimia anorganik, kimia organik, biokimia, kimia analitik, dan kimia lingkungan.

A. Kimia Fisika

Kimia fisika adalah salah satu cabang pada ilmu kimia yang mencampurkan antara kimia dengan fisika.

Pada ilmu ini terjadi penggabungan antara ilmu kimia dengan ilmu fisika, maksudnya ilmu kimia fisika mempunyai fokus mempelajari tentang suatu zat yang ukurannya kecil (makroskopik), atomik, maupun subatomik pada sistem kimia berdasarkan berbagai hukum yang ada pada ilmu fisika.

Contoh: teori kuantum, termodinamika, dan pergerakan suatu partikel,

B. Kimia Organik

Kimia organik adalah salah satu cabang pada studi ilmu kimia yang berfokus mempelajari mengenai sifat, struktur, komposisi dengan reaksi yang dapat terjadi pada senyawa organik.

C. Kimia Anorganik

Kimia anorganik adalah salah satu cabang studi pada ilmu kimia yang fokus mempelajari tentang struktur, sifat ataupun komposisi serta reaksi yang terjadi pada senyawa anorganik seperti logam maupun non logam.

D. Kimia Analitik

Kimia analitik adalah studi pada ilmu kimia yang mempelajari mengenai berbagai kandungan unsur pada suatu materi yang memberikan indikasi identitas pada spesies kimia.

E. Biokimia

Biokimia adalah studi ilmu kimia yang mempelajari mengenai makhluk hidup. Biokimia ini sering juga disebut dengan kimia makhluk hidup.

F. Kimia Lingkungan

Kimia lingkungan adalah sebuah studi pada ilmu kimia yang berfokus terhadap berbagai fenomena yang terjadi pada kimia dan juga biokimia.

Demikian penjelasan mengenai hakikat ilmu kimia serta berbagai penjelasn yang lainnya. Semoga bermanfaat.